Laman

Minggu, 07 November 2010

Kejadian Aneh-Aneh Sebelum Merapi Meletus

Merapi meletus, didahului dengan peningkatan status menjadi awas yang berbarengan dengan terjadinya gempa dan tsunami mentawai. Tepat pagi hari status awas merapi, maka tidak berapa lama, gempa besar mengguncang, dimana akhirnya dari gempa itu, terjadilah tsunami di mentawai. Esoknya, merapi meletus tgl 26-10-2010, dengan membawa korban. Pada letusan 26 Oktober 2010, sebanyak 44 warga tewas, termasuk Mbah Maridjan.
Setelah itu merapi agak mereda, hingga datanglah letusan kedua yang dahsyat, tgl 5-november-2010 atau 10 hari setelah letusan pertama, dengan korban jiwa sementara, 69 Warga Tewas, 127 Ribu Mengungsi‎. Sampai tulisan ini di-update, maka menurut media kompas, Bencana Siang Ini Merapi Meletus Lagi! Jumat, 5 November 2010 | 11:50 WIB
 
KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO
Gunung Merapi mengeluarkan awan panas atau wedhus gembel yang membubung tinggi hingga terlihat di Deles, Klaten, Jawa Tengah, Kamis (4/11/2010).

Kejadian Aneh-Aneh Sebelum Merapi Meletus
Sebelum meletus dengan dahsyat, sebagaimana bencana di tanah air, maka tanda-tanda bencana itu akan ditampakkan oleh Allah swt berupa kejadian demi kejadian yang menurut manusia adalah aneh, namun sesungguhnya kejadian itu adalah sebuah penarik perhatian manusia akan sebuah pelajaran terdahulu. Kejadian aneh aneh menjelang bencana besar terjadi pada hakikatnya adalah sebuah tanda dari sang pencipta alam ini untuk memberitahu kepada manusia akan sebuah kejadian besar (baca .:: Tanda Tanda Sebelum Bencana Besar Terjadi ::.). Catatan demi catatan akan kejadian aneh yang menunjukkan akan datangnya bencana besar merupakan sebuah test case akan keberadaan sang pencipta. Sama seperti tsunami Aceh, gempa yogya, tsunami pangandaran, gempa tasikmalaya, gempa padang, banjir wasior dan terakhir adalah tsunami mentawai.
Ketika merapi meletus, sesungguhnya Allah swt telah menampakkan sebuah miniatur yang amat langka, sebagai penarik umat manusia akan sebuah kelangkaan itu, hingga manusia akan berpikir, “Ada apakah itu ?” yang beberapa orang yang berpikir dengan jernih, ketika tanda itu datang, maka dia akan semakin mendekatkan diri kepada Allah swt.
Merapi yang terletak di perbatasan daerah yogyakarta dan Jawa Tengah, maka sebelum merapi itu meletus, maka sebuah miniatur telah ditampakkan oleh Allah swt kepada kita semua, tercatat sebuah kejadian langka yang unik di dunia, hanya berselang 6 menit saja, di dua tempat yang berbeda, empat KA saling bertabrakan sekaligus. Dua KA bertabrakan di SOLO, sedangkan dua KA lainnya bertabrakan di pamulang. Berikut catatan resmi dari empat KA itu yang terjadi di JAWA TENGAH: di Pemalang, KA Argo Bromo Angrek VS Senja Utama, Dirjen KA Beberkan Kronologis Tabrakan
….
Dirjen KA Beberkan Kronologis Tabrakan
Jakarta (ANTARA News) – Direktur Jenderal (Dirjen) Perkeretaapian, Tundjung Inderawan, menyampaikan kronologis kejadian tabrakan kereta api di Petarukan, Pemalang, Jawa Tengah, pada Sabtu (2/10) dinihari….. “Kronologis ini kami sampaikan terkait adanya simpang siur soal terjadinya kecelakaan,” kata Inderawan, saat memberikan keterangan pers, di Stasiun Gambir, Jakarta, Senin.
Menurut dia, peristiwa luar biasa di stasiun Petarukan terjadi pukul 02:45 WIB antara KA Senja Utama Semarang Jurusan Jakarta-Semarang dengan KA Agrobromo Anggrek jurusan Jakarta-Surabaya. Peristiwa ini mengakibatkan 34 orang korban meninggal, dan 36 orang lainnya luka-luka.  Kronologisnya, menurut dia, pada KA 116 Senja Utama Semarang tiba di stasiun Petarukan dan berhenti di lintasan III, karena menunggu KA 101 Senja Utama Kediri jurusan Jakarta yang berjalan langsung di lintasan II pada pukul 02:44 WIB. ….
Selang pada waktu yang nyaris bersamaan, maka KA di solo juga bertabrakan, KA Bima VS Gaya Baru, Dirjen KA: Kecelakaan di Pemalang dan Solo Kasusnya Berbeda
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA–Menjawab simpang-siur jumlah korban kecelakaan kereta api (KA) di Stasiun Petarukan, Pemalang dan Stasiun Purwosari, Solo pada Sabtu (2/10) lalu, Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Tundjung Inderawan, angkat bicara. Untuk kejadian kecelakaan KA di Purwosari, Solo, Tundjung menyatakan peristiwa tersebut terjadi pukul 02.39 WIB. Dia menjelaskan saat itu rangkaian KA 34 Bima menabrak KA rangkaian terakhir KA 144 Gaya Baru Malam Selatan yang belum masuk sempurna di Spoor I (KA rangkaian terakhir masih berada di wesel.
Pada saat yang bersamaan, terdapat massa yang melempar batu ke rangkaian KA 144 untuk menyerang supporter sepak bola Persib, klub sepak bola Bandung. Dinyatakan, satu nyawa melayang akibat kejadian di Purwosari ini.
“Jadi, kasus antara PLH di Petarukan dan Purwosari ini berbeda. Waktu memang tidak jauh, cuma enam menit tapi situasinya lain. Kalau di Petarukan indikasi awal karena pelanggaran sinyal, kalau di Purwosari itu kurang sempurnanya PTKA dalam menghentikan KA Gaya Baru Malam ke Spoor I dan kondisi situasi lingkungan akibat adanya pelemparan massa ke arah KA,” jelas Tundjung.
Empat KA yang saling bertabrakan pada waktu dini hari itulah sebagai peristiwa yang aneh, mengapa ? karena waktu yang terjadi dua kecelakaan itu selang 6 menit saja. Sebagai sebuah memori akan sebuah kereta api yang juga cukup langka, sebelum gempa yogya terjadi, maka tersebutlah sebuah kejadian KA BBM yang dikemudikan wanita gila bernama mila rossa, mundur dari bangil (ketinggian) ke Surabaya (daratan), tercatat tgl 11-mei-2006 lalu, atau16 hari sebelum gempa yogya yang terjadi tgl 27-mei-2006. Itulah sebuah iktibar akan bahaya yang datang sebagai turun dari ketinggian ke daratan, dimana saat itu pula merapi juga meletus, justru yang membawa korban adalah gempa bumi yogya 27-mei-2006. Gempa yogya itulah yang pernah diberikan sebuah ajakan untuk menghindari korban jiwas sebelum terjadi, lewat penyebaran 1000 brosur ke yogyakarta
Tersebutlah tgl 22-05-2006 atau 5 sebelum gempa yogya, maka para penggiat milis the_untold_stories melakukan penyebaran brosur tentang gempa yogya, hal ini tercatat & terbukti sebagai saksi yang tidak terbantahkan karena tgl catatan milist tsb tidak bisa diubah (baca Lawan mbah Marijan, Mon May 22, 2006 5:41 am) Berikut cuplikan isi press release ke media terkenal: Jawa Pos
Sayangnya, himbauan, ajakan dan seruan untuk menghindarkan korban dari gempa bumi itu, tidak terespon dengan baik, sehingga catatan korban gempa bumi yogya, Minggu, 04/06/2006 14:47 WIB Korban Gempa Satkorlak: Korban Meninggal 5.782. Sekiranya himbauan, ajakan dan seruan untuk menghindarkan korban jiwa itu dapat dilihat sebagai hal yang penting, maka ……
Kembali pada persoalan KA BBM yang aneh, dikemudikan oleh mila rossa, maka setelah gempa yogya itulah, sebuah nama menjadi terkenal, karena gunung merapi, itulah mbah marijan dengan semboyan “ROSA” atau roso pada banyak media iklan di televisi, media cetak dsb.
Kini, kurang lebih empat tahun berselang dari kejadian merapi dan gempa yogya 2006 lalu, maka kejadian yang nyaris serupa terulang, dimana empat KA saling bertabrakan sekaligus
  1. Di SOLO, rangkaian KA 34 Bima menabrak KA rangkaian terakhir KA 144 Gaya Baru Malam Selatan
  2. Di Pemalang, KA Agrobromo Anggrek yang direncanakan akan masuk ke lintasan I setelah KA 101 Senja Utama lewat, tiba-tiba masuk di lintasan III dan menabrak KA 116 Senja Utama pada pukul 02:45 WIB.
Itulah sebuah KA ArgoBromo Anggrek yang menabrak KA senja utama, dimana terlihat korban jiwa cukup banyak di KA senja utama. Sebuah KA ArgoBromo Anggrek sebagai sebuah ingatan yang tentang Argo Bromo yang merupakan icon gunung bromo, dan empat KA yang bertabrakan itu pula mengingatkan pada kejadian sebelum gempa yogya 27-mei-2006 lalu.
Empat KA yang bertabrakan di dua tempat yang berbeda, maka sesungguhnya ketika kejadian itu terjadi tgl 2-oktober-2010, maka sebuah iktibar, dari DUA kecelakaan KA yang terjadi, melibatkan EMPAT KA yang terlibat, hingga membentuk sebuah harmonisas DUA EMPAT yang tiada lain itulah hari setelah itu tgl 2-oktober-2010, ke 24 hari setelah itu, maka 26-oktober-2010 itulah gunung merapi meletus.
Itulah sebuah warning telah dituliskan, jelang detik-detik bencana itu, sebagai ulasan Awas Merapi, Akankah di-Ikuti Gempa Besar ? posting pagi hari, tgl 25-oktober-2010, maka tulisan itu akhirnya terbukti dengan gempa dan tsunami mentawai (baca Kejadian Aneh-Aneh Sebelum Gempa & Tsunami Mentawai). Didalam akhir tulisan itu tersebutlah tentang DUA EMPAT, berikut cuplikan:
….Kini KA itu muncul lagi sebagai keanehan yang sangat mengherankan, dimana empat KA sekaligus, KA itu saling bertabrakan. Bahaya yang ditampakkan berarti terdapat DUA BAHAYA DARI EMPAT. Satu bahaya kecil (korban satu tewas, KA Bima vs Gaya Baru ) sedangkan yang lain bahaya besar (KA Argo Bromo VS KS Senja Utama). Rentang waktu itu, maka sesungguhnya telah terjadi bencana dengan skala yang minor (baca Kejadian Aneh – Aneh Jelang Bencana Banjir Bandang Wasior), maka sesungguhnya bencana lebih besar telah tampak didepan mata (baca Halo Matahari di Padang, Apakah Pertanda Gempa Besar ?)

DUA BAHAYA DARI EMPAT
Dua bencana yang pertama, adalah gempa dan tsunami mentawai, terjadi sesaat dari tulisan awas gempa besar, kemudia yang kedua adalah letusan merapi yang terjadi tgl 26- oktober- 2010 sampai waktu tertentu. Itulah kejadian aneh aneh jelang meletusnya merapi, berupa DUA kecelakaan kereta api yang melibatkan EMPAT kereta api secara hampir bersamaan, dan sekali lagi itulah DUA EMPAT dari kejadian kereta api yang bertabrakan tgl 2-oktober-2010, dengan selang DUA EMPAT hari itulah tgl 26-oktober-2010, letusan merapi yang lumayan dahsyat, hingga mbah marijan ikut menjadi korban (baca Mbah Marijan Meninggal, Mengapa Tepat tgl 26-oktober-2010 ?)
Tanggal 26-oktober-2010 itulah akhir riwayat dari tokoh terkenal di indonesia sebagai juru kunci merapi, tiada lain, ketepatan tgl 26 adalah sebuah kejadian di tahun 2006 lalu dengan 00 adalah sebuah simbol dari kematian, maka sesungguhnya ketika merapi meletus pada 2006 lalu membawa korban hanya 2 orang saja,Kedua Relawan di Bungker Kaliadem Ditemukan Tewas
Kini, korban itu tidak hanya dua seperti tahun 2006, bahkan mbah marijan ikut menjadi korban (Kejadian Aneh-Aneh Sebelum Mbah Marijan Meninggal) dan total korban sampai update tulisan ini, Korban Meninggal Merapi 109 Orang
Jum’at, 05 November 2010 | 18:01 WIB
Para petugas dan tim SAR membawa jenasah yang ditemukan tewas terkena awan panas di Desa Argomulyo, Cangkringan, Sleman, Jumat (5/11). TEMPO/Arif Wibowo
TEMPO Interaktif, Jakarta -Korban Merapi terus bertambah. Menurut Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana sampai pukul 16.30 korban meninggal dunia berdasarkan data forensik RS Sardjito bertambah 4 orang. “Jadi total meninggal 109 orang,” tulis Andi Arief dalam akun twitternya pada Jumat (5/11). Menurut Andi Arief dari data RS Sardjito, korban erupsi dan awan panas tadi malam sebanyak 64 orang dan pada erupsi pertama sebanyak 45 orang.
Setelah dua hari tidak berhenti menyemburkan awan panas, aktivitas Gunung Merapi hari ini mulai mereda. Tetapi belum tentu sudah aman dan tidak ada erupsi. Sebab gempa tremor masih sering terjadi dan sesekali meluncurkan awan panas. “Aktivitas Merapi sudah agak mereda, tetapi bukan berarti sudah tidak ada erupsi, sebab tekanan magma dari dalam masih kuat,” kata Subandrio, Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) Yogyakarta, Jumat (5/11).
Ia menjelaskan, pengamatan visual sejak pagi masih terhalang oleh kabut. Sedangkan pemantauan melalui seismograf hanya mengandalkan satu seismometer yang berada di Plawangan, Kaliurang, Sleman. Sedangkan empat alat pemantau yang berada di dekat puncak gunung Merapi, mati karena rusak akibat diterjang awan panas. POERNOMO | MUH SYAIFULLAH
Setelah kejadian demi kejadian aneh di merapi inilah, maka kejadian aneh berikutnya terjadi, ketika bapak presiden kita, bapak SBY menerima tamu negara dari Australia, Senin, 01/11/2010 13:41 WIB Usai Bertemu PM Australia, SBY Akan ke Merapi
Benarlah bapak presiden SBY ke merapi Rabu, 03/11/2010 09:13 WIB, SBY Sambangi Pengungsi Merapi, Tanyakan Desa Mbah Maridjan DAN  hal yang aneh, ketika bapak presiden kita ke merapi, esok harinya pesawat australia ‘meledak’ di udara indonesia (baca Jelang Kedatangan Obama, Pesawat Qantas Malah Meledak di Udara).
Hingga sampai kini keanehan di udara demi keanehan terjadi, tercatat pada esok harinya, dua pesawat jatuh secara bersamaan., Pesawat Kuba Jatuh, 68 Orang Tewas dan salah kemudian pesawat kedua juga jatuh, Lagi, Pesawat Jatuh, 21 Tewas
Apakah ada yang teringat dengan kejadian aneh dari pesawat demi pesawat yang jatuh pada tahun 2006 lalu ?
Silahkan di cek pada Kejadian Aneh-Aneh Jelang Tsunami Pangandaran 17-juli-2006. Tinggalah sebuah penyerta a (tidak harus sama persis, walau berbeda kejadian, namun esensi sama yaitu sebuah perulangan yang terjadi) dari kejadian aneh itu, yaitu mendekatkan diri kepada Allah swt, dan berdoa menghindarkan diri dari kebinasaan selanjutnya setelah drama letusan merapi … semoga perulangan ini hanyalah perulangan saja tanpa membawa bencana yang dahsyat …. amien.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar